Jamur makroskopis
adalah jamur yang dapat dilihat secara langsung oleh mata tanpa bantuan
mikroskop. Jamur ini memiliki tubuh buah,berukuran besar kurang lebih 1 mm,
tersusun atas miselia. Jamur makroskopis dapat dijadikan sebagai sumber pangan
dan bahan obat-obatan, dan dapat juga dijadikan sebagai hidangan makanan yang
kaya akan kandungan protein. Tetapi dalam mengonsumsi jamur harus berhati-hati
karena ada beberapa jenis jamur makroskopis yang berbahaya untuk dikonsumsi
karena beracun.
Berdasarkan hasil
peneritian jaur yang dilakukan oleh Frischa, Mahasiswi Universitas Jambi (UNJA)
melakuakn penelitian tentang keanekaragaman jenis jamur makroskopis di hutan
geopark merangin, Jambi. Ia menemukan setidaknya ada 20 jenis jaur yang berbeda
yaitu Daldinia sp., Xylaria sp., Cookeina sp., Trametes sp.1, Trametes sp.2, Trametes
sp.3, Trametes sp.4, Trametes sp.5, Trametes sp.6, Pseudotrametes sp.1,
Pseudotrametes sp.2, Pseudotrametes sp.3, Pseudotrametes sp.4, Pseudotrametes
sp.5, Ganoderma sp., Lentinus sp.1., Lentinus sp.2., Lentinus sp.3., Lentinus
sp.4., Lentinus sp.5., Pyconoporus sp, Polyporus sp.1, Polyporus sp.2,
Polyporus sp.3, Polyporus sp.4, Polyporus sp.5, Polyporus sp.6, Favolus sp.,
Fomes sp.1, Fomes sp.2, Marasmus sp, Mycena sp., Gloeoporus sp., Schizophyllum
commune, Pleurotus sp., Hygophorus sp. dan Auricularia auricula.
Jamur makroskopis
berperan sebagai pengurai atau dekomposer. Karena peran dari jamur inilah
persedian nutrisi organik dapat dipertahankan dengan cara didaur ulang oleh
jamur. Tanpa adnya dekomposes, unsur-unsur penting bagi tumbuhan seperti
karbon, nitrogen akan mengendap pada smpah organik sehingga tidak akan ada
persediaan nutrisi organik bagi tumbuhan.
Referensi :

No comments:
Post a Comment