Kopi
merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis yang
tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber
devisa Negara. Produksi kopi di Indonesia menempati urutan ke-3 dunia setelah
Brazil dan Vietnam. Provinsi Jambi adalah salah satu Provinsi yang menempatkan
kopi sebagai jenis komoditas andalan daerah, salah satunya kopi Liberika
Tungkal Jambi yaitu, kopi ini sangat spesifik karena dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik di lahan gambut. Kopi ini merupakan khas bagi Kabupaten
Tanjung Jabung Barat.
Dengan
meningkatnya luas areal tanaman kopi tentu kebutuhan akan ketersediaan bibit
kopi berkualitas dengan kuantitas yang terus meningkat sejalan dengan
meningkatnya kebutuhan penduduk dunia akan kebutuhan kopi. Solusi dari
permasalahan tersebut adalah mmeningkatkan kualitas lahan marjinal agar dapat
kembali sebagai lahan pertanian. Lahan marjinal yang berpotensi di Provinsi
Jambi adalah lahan bekas tambang baru bara. Lahan bekas tambang baru bara
mempunyai tingkat kesuburan yang rendah, memiliki masalah dalam penyerapan air,
sehingga perlu dilakukan kegiatan untuk memperbaikinya. Salah satu upaya untuk
meningkatkan penyediaan unsur hara adalah dengan memberikan pupuk solid dan
pupuk kandang ayam.
Kopi
merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis yang
tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber
devisa negara. Selain itu kopi juga merupakan sumber penghasilan untuk penduduk
di Indonesia. Upaya meningkatkan produktivitas dan mutu kopi terus dilakukan
sehingga kopi di Indonesia dapat bersaing di pasar dunia (Rahardjo dan Pudji,
2012).
Provinsi
Jambi adalah salah satu Provinsi yang menempatkan kopi sebagai jenis komoditas
andalan daerah, salah satunya kopi Liberika Tungkal Jambi yaitu, kopi ini
sangat spesifik karena dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lahan gambut.
Kopi ini merupakan khas bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Pada
saat ini tanaman kopi sudah mulai dibudidayakan tidak saja di lahan gambut
tetapi juga di tipe lahan yang lainnya. Yang menjadi ciri khas dari kopi ini
adalah daya adaptasinya pada kondisi yang minimal. Selain itu karena tanaman
kopi ini didaerah asalnya sudah tua sehingga perlu penyelamatan plasma nutfah
dengan peremajaan dengan menanamnya dilahan-lahan selain lahan gambut yang
masih tersedia cukup luas seperti lahan tidur dan lahan marjinal lain misalnya
lahan bekas tambang batubara. Tanah
bekas tambang batubara adalah tanah yang memiliki masalah fisik, yaitu tekstur dan
struktur tanah. Hal ini disebabkan hilangnya fungsi proteksi terhadap tanah
akibat tidak adanya penutupan tajuk yang juga berakibat pada terganggunya
fungsi-fungsi lainnya (Rahmawaty, 2002). Lahan bekas tambang batubara adalah
lahan yang memiliki kondisi tanah kahat unsur hara terutama N dan P, reaksi
tanah masam, top soil tipis, miskin bahan organik dan adanya gejala toksisitas
dari Al dan Mn (Kartika, 2012). Upaya yang harus dilakukan dalam peningkatan
hara tanah di lahan bekas tambang batubara adalah pemberian bahan organik. Penggunaan bahan
organik hingga saat ini dianggap sebagai upaya terbaik dalam perbaikan
produktivitas tanah marginal termasuk tanah masam. Menurut Riley et al., (2008)
dan Dinesh et al., (2010) bahwa aplikasi bahan organik dapat memperbaiki
struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, dan meningkatkan kehidupan
biologi tanah. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.
Referensi :

No comments:
Post a Comment