Saturday, October 13, 2018

KOPI LIBERIKA DI TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA




Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa Negara. Produksi kopi di Indonesia menempati urutan ke-3 dunia setelah Brazil dan Vietnam. Provinsi Jambi adalah salah satu Provinsi yang menempatkan kopi sebagai jenis komoditas andalan daerah, salah satunya kopi Liberika Tungkal Jambi yaitu, kopi ini sangat spesifik karena dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lahan gambut. Kopi ini merupakan khas bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dengan meningkatnya luas areal tanaman kopi tentu kebutuhan akan ketersediaan bibit kopi berkualitas dengan kuantitas yang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan penduduk dunia akan kebutuhan kopi. Solusi dari permasalahan tersebut adalah mmeningkatkan kualitas lahan marjinal agar dapat kembali sebagai lahan pertanian. Lahan marjinal yang berpotensi di Provinsi Jambi adalah lahan bekas tambang baru bara. Lahan bekas tambang baru bara mempunyai tingkat kesuburan yang rendah, memiliki masalah dalam penyerapan air, sehingga perlu dilakukan kegiatan untuk memperbaikinya. Salah satu upaya untuk meningkatkan penyediaan unsur hara adalah dengan memberikan pupuk solid dan pupuk kandang ayam.

Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Selain itu kopi juga merupakan sumber penghasilan untuk penduduk di Indonesia. Upaya meningkatkan produktivitas dan mutu kopi terus dilakukan sehingga kopi di Indonesia dapat bersaing di pasar dunia (Rahardjo dan Pudji, 2012).

Provinsi Jambi adalah salah satu Provinsi yang menempatkan kopi sebagai jenis komoditas andalan daerah, salah satunya kopi Liberika Tungkal Jambi yaitu, kopi ini sangat spesifik karena dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lahan gambut. Kopi ini merupakan khas bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pada saat ini tanaman kopi sudah mulai dibudidayakan tidak saja di lahan gambut tetapi juga di tipe lahan yang lainnya. Yang menjadi ciri khas dari kopi ini adalah daya adaptasinya pada kondisi yang minimal. Selain itu karena tanaman kopi ini didaerah asalnya sudah tua sehingga perlu penyelamatan plasma nutfah dengan peremajaan dengan menanamnya dilahan-lahan selain lahan gambut yang masih tersedia cukup luas seperti lahan tidur dan lahan marjinal lain misalnya lahan bekas tambang batubara.  Tanah bekas tambang batubara adalah tanah yang memiliki masalah fisik, yaitu tekstur dan struktur tanah. Hal ini disebabkan hilangnya fungsi proteksi terhadap tanah akibat tidak adanya penutupan tajuk yang juga berakibat pada terganggunya fungsi-fungsi lainnya (Rahmawaty, 2002). Lahan bekas tambang batubara adalah lahan yang memiliki kondisi tanah kahat unsur hara terutama N dan P, reaksi tanah masam, top soil tipis, miskin bahan organik dan adanya gejala toksisitas dari Al dan Mn (Kartika, 2012). Upaya yang harus dilakukan dalam peningkatan hara tanah di lahan bekas tambang batubara adalah  pemberian bahan organik. Penggunaan bahan organik hingga saat ini dianggap sebagai upaya terbaik dalam perbaikan produktivitas tanah marginal termasuk tanah masam. Menurut Riley et al., (2008) dan Dinesh et al., (2010) bahwa aplikasi bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, dan meningkatkan kehidupan biologi tanah. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos.

Referensi :

No comments:

Post a Comment

Botani Tanaman Kayu Manis

Kayu Manis (Cinnamomum sp)      Di dunia tercatat 54 jenis tanaman kayu manis (Cinnamomum sp) dan     12 jenis diantaranya ada di Indo...