Saturday, October 13, 2018

Keanekaragman Mikroalga di Danau Duo Kerinci dan Danau Letang Batanghari

Kabupaten Kerinci merupakan salah satu daerah yang memiliki keindahan alam di Provinsi Jambi, seperti  keindahan danaunya. Danau Duo adalah salah satu danau yang terdapat di Kabupaten Kerinci tepatnya di Desa Lempur Kecamatan Gunung Raya. 
Danau Duo terletak sekitar 1500 meter di atas permukaan laut, termasuk danau tertinggi di Sumatera, danau ini berwarna jernih kehijauan, warga sekitar memanfaatkan danau ini untuk mencari  ikan dengan cara memancing dan juga dengan memasang jalo, tajur, dan lukah. Sebagian warga bila sedang berkebun disekitar danau  memanfaatkan danau Duo ini untuk mandi dan mandi,cuci, kakus (MCK) dan wisatawan yang datang selain untuk berkemah juga memanfaatkan danau ini untuk mandi dan mencuci baju, bila kegiatan ini terus berlangsung dikhawatirkan air danau akan tercemari dan merusak kestabilan ekosistem dan biota  yang hidup di dalam danau tersebut, seperti mikroalga.
Mikroalga merupakan organisme yang berukuran mikroskopik, memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pakan, pangan, dan telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan mulai dari bidang perikanan sebagai makanan larva ikan, organisme penyaring, industri farmasi, dan makanan suplemen dengan kandungan protein, karbohidrat, lipid, dan berbagai macam mineral (Hermanto, dkk, 2011:153-154)
Berdasarkan hasil penelitian Meta Anggraini yang telah dilakukan di di Danau Duo Kabupaten Kerinci dari proses identifikasi di laboratorium Ekologi Hewan Universitas Andalas diperoleh sebanyak 21 jenis mikroalga yang teridentifikasi. Jenis mikroalga yang teridentifikasi terdiri atas 4 kelas yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, dan Dinophyceae.   Jenis mikroalga yang paling banyak yaitu dari kelas Bacillariophyceae sebanyak 12 jenis dan jenis mikroalga yang paling sedikit dari kelas Cyanophyceae sebanyak 1 jenis yaitu Microcystis aeruginosa.
Kabupaten Batanghari terletak di bagian timur Provinsi Jambi menyimpan potensi alam berupa danau-danau yang mempesona. Salah satu danau yang ada di Kabupaten Batanghari adalah Danau Letang Jaya.
Danau Letang Jaya merupakan salah satu keindahan alam dan tempat wisata yang terdapat di Muara Bulian Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.. Danau Letang Jaya memiliki 4,5 hektar dengan kedalaman 5-6 meter, sedangkan vegetasi yang ada di dalam danau Letang Jaya tersebut berupa tumbuhan akasia dan sepang (Syofwan, 2007:86).
Berdasarkan hasil penelitian Kartiwan yang telah dilakukan di kawasan danau Letang Jaya Muara Bulian Kabupaten Batanghari dan dari proses identifikasi di laboratoriun Kesehatan Ikan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam ditemukan sebanyak 52 jenis mikroalga yang telah teridentifikasi. Jenis mikroalga yang diidentifikasi termasuk kedalam 4 divisi yaitu Chrysophyta, Chlorophyta, Cyanophyta, dan Euglenaphyta.
  Terdapat banyak jenis keanekaragaman mikroalga di Danau Duo Kabupaten Kerinci dan danau Letang Jaya Muara Bulian kabupaten Batanghari. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat yang hidup di sekitar danau untuk tetap menjaga kelestarian, agar ekosistem danau tersebut tetap terjaga dengan baik, karena kawasan danau tersebut merupakan salah satu tempat perekonomian masyarakat dengan cara budidaya ikan dalam kramba dan sebagai tempat pariwisata masyarakat luar daerah.

Referensi :

3. Hermanto.M.B., Sumardi., Hawa. L.C., Fiqtinori. S.M. 2011. Perancangan Bioreaktor Untuk Pembudidayaan Mikroalga. Jurnal Teknologi Pertanian. 12 (3):153-162.



No comments:

Post a Comment

Botani Tanaman Kayu Manis

Kayu Manis (Cinnamomum sp)      Di dunia tercatat 54 jenis tanaman kayu manis (Cinnamomum sp) dan     12 jenis diantaranya ada di Indo...